MENSUCIKAN JIWA


Oleh: H. Drs. Supriyadi, M.Ag
Disampaikan di Masjid Baitul Mahmud, Griya Bhayangkara, Masangan Kulon, Sikodono


Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد

قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
 
وقال تعالي ايضا
فَاَ لْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰٮهَا ۖ 
 قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰٮهَا ۖ 
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰٮهَا ۖ 

Ikhwan muslimin yang dimulyakan Allah Ta'ala...
Pada kesempatan yang indah dan mulia ini, mari kita sama-sama meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Shalawat ma'a salam mari kita haturkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW yang telah menjadi suri tauladan bagi kita semua.
Hadirin jamaah yang dimulyakan Allah...
Di dalam mukaddimah sudah saya sampaikan beberapa ayat dari surat Al-syam 91 ayat 8 -10

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاَ لْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰٮهَا ۖ 
"maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) fujur ataukejahatan dan ketakwaannya atau ketaatannya,"
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰٮهَا ۖ 
"sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),"
وَقَدْ خَا بَ مَنْ دَسّٰٮهَا ۗ 
"dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."

Berangkat dari ayat-ayat ini, ternyata dalam diri kita ini ada 2 alam, kita sadari atau tidak, dua alam ini setiap saat dan detik bertarung untuk saling mendominasi diri kita antara alam fujuur (jahat) dan taqwa (ketaatan). Kalau yang mendominasi adalah alam fujur, maka jangan heran kalau ada manusia cendrung melanggar atura-aturan Allah SWT. Sebaliknya kalau yang dominan alam taqwa maka ada manusia yang  cendrung mentaati aturan-aturan Allah SWT. Dan ini selalu bertarung setiap saat dan terus menerus hingga dominan yang mana? Ada yang mengatakan, ada alam syathoni dan alsm malaikati. Yang saling mempengaruhi diri kita. Kalau memang begitu adanya, maka betul kata Allah 
قد افلح من زكاها
Sungguh beruntunglah orang yang senantiasa menjaga kesucian jiwanya. 

Perlu kita sepakati bagaimana jiwa ini supaya selalu suci di hadapan Allah SWT lebih lebih di bulan ramadhan ini untuk menjadi orang-orang yang suci di hadapan Allah SWT.
Adanya alam-alam yang berpengaruh ini, maka tidak heran jika Nabi selalu berdoa: 

يا مقلب القلوب تبت قلبى علي الدينك

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam agamaMu

Hadirin yang dirahmati Allah
Tentu kita ingin menjadi orang yang baik, orang yang bertakwa. Bagaimana caranya? Caranya adalah: Pertama, mari kita menjaga kualitas shalat kita. Shalat ini perkara besar, yang sangat urgen, sesibuk apapun kita, shalat tidak boleh ditinggalkan. Nabi bersabda: 

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإنْ صَلُحَتْ، فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإنْ فَسَدَتْ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوْا هَلْ لِعَبْدِيْ مِنْ تَطَوُّعٍ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُوْنُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا.

(رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ)

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadis ini dapat kita pahami bahwasannya sholat adalah amalan pertama yang akan dipertanyakan dari seorang muslim pada hari kiamat nanti, kemudian kita pahami juga bahwasanya sholat adalah semacam ‘tolak ukur’ untuk mengetahui kualitas seorang muslim, karena dikatakan bahwa jika sholatnya baik, maka baiklah ia, demikian pula sebaliknya.

Sehingga diumpamakan orang yang menjaga shalat 5 waktu seperti orang yang punya rumah besar dan halamannya luas, di depan rumah ada sumgai mengalir dan airnya hernih, yang punya rumah rajin mandi 5 kali sehari semalam, secara tidak sadar dia jadi bersih dan suci karena sering mandi itu.

Artinya, kalau kita selalu menjaga shalat kita, maka kita akan selalu bersih dan suci. Shalat itu membangun hunungan baik dengan Allah.Jika kita  sudah berhubungan baik dengan Allah maka otomatis dengan manusia juga akan baik.

Hari ini ramadhan, kita membangun hubingan baik dengan Allah, maka selanjutnya kita kudu membangun hubungan baik dengan manusia,  hablumminannas.

Yang kedua, akrabkan diri kita dengan Al-Qur'an, Nabi bersabda: 

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ


Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 804]

Sebagai orang beriman, membaca AlQuran sebagai menu wajib dalam dirinya.

Dalam QS Al-Anfal ayat 2, Allah mensifati orang mukmin, jika disebut nama Allah hatinya 
bergetar dan jika dibacakan ayat-ayat Allah imannya bertambah
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِ ذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ ۙ 

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
Orang-orang mukmin juga tajin shalat dan berinfak. Allah berfirman: 

الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۗ 

"(yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 3)


Kalau adzan sudah berkumandang, tinggalkan urusan dunia untuk sementara dan degera shalat

Ini iman yang menggetarkan, begitu ada panggilan Allah segera datang.

Iman itu bersifat fluktuatif, kadang naik kadang turun. Agar tidak turun maka harus dijaga dengan mengaji, dengan baca Al-Qur'an

Seperti baterei hp, jika tidak dicharge akan ngedrop, iman juga begitu, perlu dicharge dengan membaca Al-Qur'an

Disamping dicharge dengan ayat-ayat qouliyah berupa Al-Qur'an, iman juga harus dicharge dengan ayat-ayat kauniyah (alam semesta) seperti kita bisa hirup oksigen secara gratis selalu  maka kita harus bersyukur kepada Allah dengan ucapkan Alhamdu lillah. Karena pksigen itu pemberian Allah secara gratis sepanjang masa..

Ketiga, bergaul dengan orang-orang shalih. Yang punya visi yang jelas، yaitu berlomba-lomba dengan kebaikan. Kita harus punya cita-cita untuk melakukan kabaikan di mana-mana. Jadi karyawan ya yang baik, yang amanah, jadi suami juga harus baik, harus amanah, harus selalu:
فاستبقوا الخيرات

bergaul dengan orang-orang shalih dengan mendatangi majlis-majlis taklim mereka. 

Apa kita tidak boleh bergaul dengan orang jahat? Boleh-boleh saja, asal kita tidak katut jadi jahat, tapi malah bisa membuat orang jahat itu jadi baik.

Jadi orang baik itu wajib, karena ada misi dakwah. Kita semua punya kewajiban dakwah pada umat  hari ini.
Sebab apa ? Umat ini dibagi dua: yaitu umat dakwah، yaitu orang-orang yang belum kenal lslam, kita perkenalkan dengan lslam agar mereka tahu ajaran-ajaran lslam. Yang kedua umat ijabah, yaitu umat lslam yang belum menganalkan ajaran-ajaran lslam lalu kita ajak untuk mengamalkan lslam dengan saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran.

Di sini kita jadi tahu, bahwa teman itu menentukan, orang itu bisa diketahui siapa teman-temannya, dengan siapa dia berinteraksi, pepatah mengatakan, kita berkumpul dengan pedagang parfum, maka tubuh kita jadi berbahu harum. Sebaliknya, kalau kita berkawan dengan tukang pandai besi, maka tubuh kita akan kena percikan api. Artinya apa? Teman ini menentukan, maka kita harus punya visi dan misi kebaikan, karena itu berfastabiqul khairat itu penting. Dan ingat, kebaikan itu ada fu mana mana tergantung kita, seberapa jauh kita berbuat kebaikan sesuai dengan profesi kita. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan pasti akan dicatat oleh malaikat Rakib dan Atid. Perlu diketahui bahwa fitrah manusua adalah cendrung untuk melakukan kebaikan.
 اقول قولى واستغفره انه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

اَلحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا اَمَرَ. وَأَشْهَدُ اَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ

اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ: فَيَا مَعَاشِرَ الُمسْلِمِيْنَ……

إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا يَطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ 

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجمَعِيْنَ, اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المُسْلِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلاَءَ وَالوَبَاءَ وا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بِلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ المُسلِمِينَ  العَامَّةً يَارَبّ العالمين

اللَهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 عباد الله

إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ

Penulis: Abu Djiwandono
Admin: Sudono Syueb

0 Komentar